Selasa, 11 Desember 2018

Tugas Vidio&laporantentang Amar ma'ruf nahi munkar_RiskaRF

                                                 
Nama : Riska Rohmawati Fauzah
NIM   : 932102215
kelas  : C

https://www.youtube.com/watch?v=fY9Xc7qP_WE&feature=youtu.be



Laporan Kegiatan Pembuatan Video (IAIN KEDIRI Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI)
LAPORAN KEGIATAN PEMBUATAN VIDEO
A.  Lokasi pengambilan pembuatan video ada di beberapa tempat seperti :
1. Taman Ngronggo
2.  Perumahan  BTN
3.  Masjid BTN
Semua yang ada di atas itu adalah lokasi dimana kami melakukan pembuatan video yang semuanya juga ada didalam video yang telah kami buat tersebut.
B.  Tanggal pembuatan video yaitu :
·      Hari pertama selasa ,tanggal 23 oktober 2018
Dilakukan siang dari pukul sekitar 10.20 wib sampai 13.00 wib
C.  Durasi video kami kurang lebih sekitar 3 menit.Dimana semua aspek yang ada dalam konsep yang kami olah sebelumnya sudah termuat dalam vidio yang walaupun hanya berdurasi sebentar selama 3 menit ini.
Kami sengaja membuat video hanya berdurasi sebentar,karena agar yang menonton ataupun yang melihat tidak merasa bosan atau jenuh.Yang penting isi di dalamnya sudah mencakup semua tujuan yang kami inginkan.
D.  Orang-orang yang terlibat dalam pembuatn video ini adalah sebagai berikut :
1.  Miva (Sebagai orang yang memakai jilbab tapi tidak sesuai perilaku akhlaknya)
2.  Rizal (sebagai pacar miva)
3.  Riska & Ana (sebagai seseorang yang syar’i dan sesuai ajaran islam)
4.  Azizah (sebagai  orang yang suka membicarakan orang)
5.  Ria (sebagai ustadzah )
6. Dijah (sebagai penduduk )
7. Orang-orang yang lagi duduk asik dan ngobrol dengan teman-temannya di
sebuah tempat,serta dua pasang kekasaih yang asik ditaman.
E.  Alat yang kami pakai untuk merekam video ini dengan menggunakan kamera hp.


KONSEP PEMBUATAN VIDEO
            Disini kami mengambil tema tentang “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”.Ini sesuai fakta di lapangan seperti yang sudah kami teliti bahwa banyak orang zaman sekarang lebih antusias dalam dirinya seperti yang ada dalam video kami,dimana ada seseorang yang menyalah gunakan  jilbabnya. Terkadang seseorang memakai jilbab di luar tapi dalam hatinya masih belum, termasuk banyak dikalangan artis maupun anak-anak sekarang.
Disini tercermin bagaimana sifat seseorang dalam sehari-hari.Bagi  mereka ada yang berfikiran bahwa berjilbab saja itu sudah bagus, tanpa memikirkan akhlaknya maupun pakaiannya.  Akan tetapi lebih bagus jika kita berjilbab dari luar dan dalam. Memakai pakaian yang sesuai ajaran islam.
Tujuan kami mengangkat tema ini hanya ingin memperlihatkan potret nyata dari kehidupan seseorang, baik orang dewasa, anak muda maupun lainnya. Dimana pada zaman sekarang banyak orang yang salah mengartikan tentang pemakaian jilbab dan berbusana yang baik dan benar sesuai ajaran islam.
 




Kamis, 06 Desember 2018

soal multiple choice_UAS IAIN Kediri Prodi PAI RiskaRF


Nama : Riska Rohmawati Fauzah
NIM   : 932102215
kelas  : C

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfAyZgMC2iDh4Wv5UhslsNysB4Aho6sJmfgXL_a1sm9hsmwBw/viewform?usp=sf_link

akhlakterpuji_UAS IAIN Kediri Prodi PAI RiskaRF

Nama : Riska Rohmawati Fauzah
NIM   : 932102215
kelas  : C

A.Pengertian akhlak
    Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani.Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaat hakikat segala sesuatu tampak dihari kiamat nanti.
   Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut dengan akhlak.Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain,perilaku manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan hidup.
    Akhlak terpuji adalah perilaku baik yang dimiliki seseorang. Orang yang memiliki perilaku baik, karena mereka mengerti manfaat atau buah dari perilaku tersebut untuk dirinya, maupun orang lain.

B.Macam-macam akhlak terpuji
Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalah
  • husnuzzan
  • gigih
  • berinisiatif
  • rela berkorban
  • tata karma terhadap makhluk Allah
  • adil
  • ridho
  • amal shaleh
  • sabar
  • tawakal
  • qona’ah
  • bijaksana
  • percaya diri,dll.
C. Sifat-sifat Akhlak Terpuji

1. Hormat

     Sebagai makhluk yang hidup di lingkungan yang beragam, kita harus pandai-pandai menempatkan diri kita, supaya kita menjadi di hargai dan dapat berdaya guna di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus memiliki sikap hormat terhadap siapapun.

     Hal itu dikarenakan, sikap hormat dapat mendorong suasana yang kondusif di lingkungan masyarakat, karena masing-masing individu saling menghargai dan menjaga kerukunan. Hasilnya, permusuhan tidak terjadi di lingkungan itu.

     Adapun sikap hormat itu harus ditunjukkan kepada kedua orang tua sebagai orang yang melahirkan dan mendidik kita hingga besar, kepada guru yang telah mendidik kita dengan sabar di sekolah sehingga kita tahu ilmu-ilmu dan materi pelajaran yang sangat berguna bagi masa depan kita. Disamping itu, kita harus hormat juga kepada orang yang lebih tua dan kepada teman yang merupakan orang yang memiliki kedekatan pribadi dengan kita.

     Sikap hormat memiliki manfaat yang besar bagi seseorang apabila telah terbiasa dilakukannya. Adapun manfaatnya adalah disenangi oleh Allah swt. karena kita telah menyebarluaskan kedamaian kepada setiap orang di sekitar kita, memberikan kedamaian bagi diri kita, menjadikan kita lebih dihargai oleh orang lain.

2. Patuh
     Patuh memiliki definisi, suka menurut terhadap perintah, taat terhadap aturan dan disiplin. Sifat patuh terwujud dari segala hal yang baik. Namun, biasanya kesadaran itu tidak muncul dalam diri seseorang. Untuk memunculkan kesadaran untuk melakukan hal-hal yang baik dan supaya secara teratur dilaksanakan, maka dibentuklah sebuah aturan. Aturan itu biasanya mengikat seseorang.

     Sikap patuh di dalam diri kita memang penting harus ada. Semua yang kita temui didalam berbagai kesempatan, pasti ada peraturan. Kamu tidak boleh menggerutu atau merasa tidak senang dengan adanya peraturan itu. Namun kita harus menaatinya dan apabila melanggar akan dikenai hukuman. Itu semua merupakan peraturan yang dibuat oleh manusia.

     Dari sini ingatkah kita kalau kita ini diciptakan oleh Allah swt. ? Nah, karena kita semua diciptakan oleh Allah, maka seharusnya kita patuh kepada-Nya. Manusia membuat aturan, Allah swt. pun pasti membuat aturan yang semua peraturan itu pasti akan menuntun seseorang untuk memiliki sifat baik.

     Apabila seseorang sudah berniat untuk patuh kepada Allah swt., berarti orang itu hidupnya akan selalu mengikuti aturan-Nya. Dia menjadi rela diatur hidupnya dan dituntun dengan kebenaran. Jadi, dia tidak hidup semaunya hanya menuruti hawa nafsunya. 

     Mereka mengikuti arah petunjuk Allah swt. berupa ajaran agama Islam. Dalam mematuhi segala peraturan Allah swt. telah diterangkan di dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Dan patuhlah kamu kepada Allah dab patuhlah kamu kepada Rasul serta berhati-hatilah." (Q.S. al-Ma'idah [5]: 92).


     Sikap patuh itu harus ditunjukkan terhadap segala peraturan. Bukan hanya peraturan di sekolah dan keluarga, tapi juga peraturan di lingkungan pergaulan serta peraturan yang ditetapkan oleh Allah swt. dan Rasul.

     Apabila telah terbiasa untuk mematuhi peraturan Allah swt. dan peraturan Rasul, biasanya kita juga akan terbiasa untuk patuh terhadap segala peraturan di lingkungan pergaulan. Kita tidak menjadi sulit untuk mematuhi segala peraturan yang ada di hadapan kita. Sehingga, kita akan terbiasa untuk melakukan perbuatan yang baik yang akan sangat berguna bagi diri sendiri dan hidup sendiri




artikel materi haji UAS IAIN Kediri prodi PAI _RiskaRF

Nama : Riska Rohmawati Fauzah
NIM   : 932102215
kelas  : C
Pengertian Haji Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Haji

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. sedangkan Menurut etimologi  dalam bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.

Menurut istilah syara', pengertian haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a (tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji dimana yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu yang dilakukan ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mazbit di Mina, dan lain-lain. 

Hukum Haji

Haji dan Umroh merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan satu kali dalam seumur hidup oleh seorang muslim yang mampu (mampu secara fisik, finansial, dan keilmuan).  Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita'ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati.
Diwajibkannya haji tersebut sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Ali Imran ayat 97, yaitu :
Pengertian Haji Menurut Bahasa dan Istilah, Hukum & Syaratnya
Artinya : 
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Syarat Haji

Syarat-syarat haji menurut Mazhab Hanafi
  1. Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir, hajinya tidak sah.
  2. Berakal, tidak wajib bagi orang gila dan hajinya tidak sah.
  3. Balig, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.
  4. Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.
  5. Sehat jasmani.
  6. Memiliki bekal dan sarana perjalanan.
  7. Perjalanan aman.
Tambahan bagi wanita:
  • Harus didampingi suami atau mahramnya.
  • Tidak dalam keadaan iddah, baik karena cerai maupun kematian suami.
Syarat haji menurut Mazhab Maliki
  1. Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir dan hajinya tidak sah.
  2. Berakal, tidak wajib bagi orang gila dan hajinya tidak sah.
  3. Baligh, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.
  4. Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.
  5. Kemampuan
Tambahan bagi wanita:
  • Tidak disyaratkan adanya suami atau mahram tapi boleh melaksanakan haji bila ada teman yang dianggap aman, baik bagi wanita muda atau tua.
Syarat-syarat haji menurut Mazhab Syafi'i
  1. Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir, hajinya tidak sah.
  2. Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.
  3. Taklif (sudah mukallaf, yaitu berkewajiban melaksanakan syariat)
  4. Kemampuan, dengan syarat sebagai berikut:                                            
  • Ada perbekalan, makanan dan lain-lain untuk pergi dan pulang.
  • Ada kendaraan
  • Perbekalan yang dibawa harus kelebihan dari pembayaran hutang dan biaya keluarga yang ditinggalkan di rumah.
  • Dengan kendaraan yang sudah jelas bahwa tidak akan mengalami kesulitan.
  • Perjalanan aman.
 Tambahan untuk wanita : 
  • Ada pendamping yang aman dengan seorang wanita muslimah yang merdeka dan terpercaya.
Syarat-syarat haji menurut Mazhab Hambali
  1. Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir dan hajinya tidak sah.
  2. Berakal, tidak wajib bagi orang gila, hajinya tidak sah.
  3. Baligh, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan yang baik dengan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.
  4. Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.
  5. Kemampuan
Tambahan bagi wanita :  
  • Harus diikuti oleh mahramnya atau orang yang haram menikahinya selamanya.

pengertian pendidikan islam

Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan Islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannya dalam ajaran islam.

Dasar Pendidikan Islam

Bagi umat Islam agama adalah dasar (pondasi) utama dari keharusan berlangsungnya pendidikan karena ajaran-ajaran Islam yang bersifat universal mengandung aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik yang bersifat ubudiyyah (mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya), maupun yang bersifat muamalah (mengatur hubungan manusia dengan sesamanya)

Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan Islam adalah menciptakan pemimpin-pemimpin yang selalu amar ma’ruf nahi munkar.